LUKISAN CINTA

Genap sudah satu dasawarsa...
Menapaki terjalnya cadas
Bergelut panas, berteman ganas
Lumpur dan debu hiasan abadi
Keluh, peluh, lusuh
Berpadu satu

Satu dasawarsa...
Menikmati lengang, memeluk sunyi
Bertegur sapa hanya sesekali
Orkestra alam yang sudah kukenali,
Lukisan alam sepanjang jalan ini,
Menjadi hiburan yang selalu kusyukuri

Satu dasawarsa,
Serasa tak lekang dari ingatan
Saat kawanan ternak menghadang
Tanpa ampun menerjang
Hingga tubuh mungilku terjengkang
Bukan sekali dua
Ketika sepeda motor yang kukendara
Tak hendak berteman pula
Ban bocor,
Mogok di tengah perbukitan sana
Apalah daya...
Tinggal dorong saja
Yang jauhnya tak bisa kau kira!

Satu dasawarsa,
Belum cukup rasanya
Mengumpulkan setiap kata menjadi kalimat penuh makna
Memunguti ceceran asa
Dan menjadikannya lukisan cinta


*catatan 10 tahun pengabdian di pelosok sana

Komentar

Postingan populer dari blog ini